The Buku Cerita Enny Arrow is not great literature. It is something rarer: vital folk art . It captures the underbelly of late-20th-century Indonesia—its dreams, its hypocrisies, its hunger for sensation, and the indomitable, messy spirit of a female entertainer who turned her scandal into a strange kind of scripture.

Salah satu kehebatan Enny Arrow adalah kemampuannya menyisipkan pesan moral tanpa terkesan ceramah. Misalnya, dalam cerita tentang berebut ayunan, ia tidak serta merta mengatakan "jangan serakah". Sebaliknya, ia menunjukkan konsekuensi sosial dari sikap egois melalui dialog antar teman. Proses pembelajaran ini terasa alami.

Jadi, jika Anda sedang membersihkan gudang atau loteng rumah orang tua, jangan abaikan tumpukan buku tipis bergambar hitam putih. Bisa jadi itu adalah harta karun berupa yang menunggu untuk dibacakan lagi ke generasi berikutnya.